SAMPANG – Kepedulian TNI terhadap kesulitan masyarakat kembali terlihat. Setelah jembatan kayu di Dusun Juampet, Desa Planggaran Timur, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, viral di media sosial akibat terbakar, jajaran Kodim 0828/Sampang langsung bergerak cepat memberikan bantuan kepada masyarakat.
Respons tersebut diwujudkan dengan pengecekan langsung ke lokasi sekaligus membantu proses pembangunan kembali jembatan yang menjadi salah satu akses penting bagi santri, anak sekolah, dan masyarakat sekitar.
Danramil 0828/09 Banyuates Kapten Arh Agus Triyono bersama Babinsa Koramil 0828/09 Banyuates Kopda Sutrisno turun langsung ke lokasi untuk memastikan kondisi jembatan pascakebakaran sekaligus memonitor proses penanganannya.
Dari informasi awal yang diterima, kebakaran diketahui oleh masyarakat. Api diduga berasal dari daun-daun bambu kering yang berada di sekitar jembatan, kemudian merambat hingga membakar bagian jembatan yang terbuat dari material kayu.
Akibat kejadian tersebut, sebagian konstruksi jembatan mengalami kerusakan. Sejumlah material kayu hangus terbakar sehingga akses masyarakat yang selama ini digunakan untuk beraktivitas menjadi terganggu.
“Jembatan ini merupakan salah satu akses yang digunakan para santri dan anak-anak sekolah, termasuk masyarakat yang hendak menuju ladang. Karena itu, kami melakukan pengecekan langsung untuk melihat kondisi di lapangan dan memastikan penanganannya,” ujar Kapten Arh Agus Triyono.
Melihat kondisi tersebut, Kodim 0828/Sampang tidak hanya datang untuk melihat, tetapi langsung mengambil langkah nyata. Dandim 0828/Sampang Letkol Czi Dika Catur Yanuar Anwar S.T, memberikan bantuan material berupa dua truk batu dan pasir hitam untuk mendukung pembangunan kembali jembatan.
Bantuan tersebut kemudian dipadukan dengan tenaga Babinsa bersama masyarakat. Saat ini proses pembangunan kembali jembatan telah mulai dikerjakan secara gotong royong. Babinsa membantu warga di lapangan, mulai dari pekerjaan fisik hingga memastikan proses pembangunan berjalan dengan baik.
Bagi TNI, kehadiran Babinsa di tengah masyarakat bukan sekadar menjalankan tugas kewilayahan. Lebih dari itu, Babinsa diharapkan menjadi bagian dari solusi ketika masyarakat menghadapi persoalan yang membutuhkan kepedulian dan kebersamaan.
Di tengah kondisi jembatan yang terbakar, semangat gotong royong pun kembali tumbuh. Material bantuan datang, Babinsa turun tangan, sementara masyarakat bersama-sama mengerjakan pembangunan agar akses yang selama ini menjadi bagian penting dari aktivitas warga dapat segera digunakan kembali.
Pengasuh Yayasan Fiftahul Ulum Al-Ibrohimy, KH. Fadli Ismail, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kodim 0828/Sampang atas kepedulian serta bantuan yang diberikan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kodim Sampang atas bantuan material dan tenaga para Babinsa. Jembatan ini sangat penting karena digunakan untuk akses para santri kami dan masyarakat,” ungkap KH. Fadli Ismail.
Gerak cepat Kodim Sampang tersebut menjadi gambaran nyata bahwa kepedulian kepada masyarakat tidak berhenti pada pemantauan. Ketika warga membutuhkan, TNI hadir bersama rakyat, bekerja bersama, dan bergotong royong membangun kembali akses yang sempat terputus akibat musibah.

Dari jembatan yang terbakar, tumbuh kembali semangat kebersamaan. Dari kepedulian, hadir kekuatan untuk bangkit. TNI bersama rakyat, membangun kembali akses dan harapan dari pelosok desa.